LITERASI TEKNOLOGI TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN

BY : QURRATU AINI

PENDAHULUAN

Pendidikan abad 21 ditandai dengan adanya era revolusi industri 4.0 yang dikenal dengan abad keterbukaan dan globalisasi. Pada masa ini ditandai dengan pesatnya kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam pendidikan. Salah satu pengaruh besar TIK dalam bidang pendidikan yaitu munculnya trobosan baru yang mulai memanfaatkan jaringan komputer dan internet dalam proses pembelajaran yang sering disebut sebagai e-learning atau pembelajaran elektronik. E-learning merupakan suatu pembelajaran yang dalam pelaksanaannya menggunakan media atau jasa batuan perangkat elektronika berupa audio, video, perangkat komputer ataupun kombinasi ketiganya. Dari istilah E-learning kemudian berkembang lagi menjadi pembelajaran daring (online learning). (Ahmad & Wibawa, 2021)

Menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat, literasi sains dan teknologi menjadi kunci dan landasan utama yang harus dimiliki. Untuk mendukung kegiatan literasi teknologi siswa, diperlukan media pembelajaran yang lebih inovatif. Media pembelajaran adalah komponen pembelajaran yang meliputi bahan dan peralatan. Media pembelajaran terus mengalami dan datang dalam berbagai bentuk sebagai berbagai teori dan teknik yang tergabung. Bagi pendidik, di era Revolusi Industri 4.0, perlu adanya kegiatan pelatihan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran. (Nuraini, 2022)

Abdul Latip (2020) menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran daring memberikan tantangan tersendiri bagi pelaku pendidikan, seperti pendidik, peserta didik, institusi dan bahkan memberikan tantangan bagi masyarakat luas seperti para orang tua. Dalam pelaksanaannya pendidik harus mencari cara bagaimana agar tetap bisa menyampaikan materi pembelajaran dan dapat diterima dengan mudah oleh peserta didik. Begitu juga peserta didik yang dituntut agar bisa menyesuaikan diri dalam situasi dan kondisi seperti saat ini, salah satunya kesiapan mental. (Latip, 2020)

Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan untuk memanusiakan manusia, dengan membentuk karakter sehingga menjadi pribadi yang berguna dan membawa perubahan-perubahan baru serta kelihatan lebih memiliki keunggulan budaya intelektual. Jadi pendidikan adalah pembelajar, atau sekelompok orang dari generasi ke generasi yang diberikan pengajaran atau pelatihan-pelatihan.(Waruwu, 2021) Literasi teknologi adalah kemampuan menggunakan aplikasi teknologi dan informasi secara efektif dan efisien dalam berbagai konteks, seperti dunia akademik dan pendidikan, pembelajaran dan pengajaran, penilaian pembelajaran, karir, serta dalam kehidupan sehari-hari.(Astini, 2019)

Literasi teknologi memegang peranan penting dalam dunia pendidikan. Literasi teknologi merupakan kunci dan pondasi bidang pendidikan pada masa sekarang ini. Siswa yang memiliki literasi teknologi tinggi dapat merasakan banyak manfaatnya, salah satunya memperoleh kemudahan dalam mendapatkan berbagai sumber pembelajaran sehingga mampu meningkatkan kompetensi dalam belajarnya. Sementara itu, siswa yang memiliki literasi teknologi rendah akan mengalami kendala dalam proses pembelajaran sehingga akan membuat mereka tertinggal. Berdasarkan definisinya, kemampuan literasi disebut juga sebagai kemampuan membaca dan menulis yang merupakan kemampuan penting dalam proses perkembangan peserta didik. Dengan kemampuan literasi yang tinggi akan menjamin kecepatan peserta didik dalam mengikuti perkembangan zaman. Secara sederhana, literasi diartikan sebagai kemampuan membaca, menulis, dan berbahasa dengan baik. United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menyebutkan bahwa literasi merupakan bentuk integrasi dari kemampuan menyimak, berbicara, menulis, membaca, dan berpikir kritis (Nuraini, 2022)

Jimoyiannis, A., & Gravani, M. (2011) menyatakan peran literasi digital dalam kurikulum sangat penting, karena bertujuan membantu pelajar untuk mencapai hal-hal berikut: memperoleh pengetahuan teknis dan keterampilan yang diperlukan untuk menggunakan media digital secara efektif , kompeten dalam menggunakan media digital untuk menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari , memahami dimensi sosial dan dampak media digital dalam masyarakat modern kita, dan menumbuhkan sikap positif tentang media digital dan menghadapi tuntutan zaman modern.(Nurmalisa & Adha, 2016)

Teknologi mampu membuat manusia menjadi generasi yang tunduk, dengan berkembanganya teknologi secara cepat mampu memberikan dampak kepada manusia yang menggunakannya dan seolah-olah terpikat sehingga pengguna tunduk pada teknologi. Viktor Deni Siregar telah melakukan pengamatan dalam segala hal tersebut bahwa tingkat perkembangan efektifitas remaha berpengaruh buruk dengan penggunaan Smartphone atau digital secara tepat dengan perkembangan digital literasi dan kecanghihan zaman, teknologi- teknologi yang berukuran kecil pun bisa memberikan pengaruh yang sanagt besar terhadap remaja. berikut adalah masalah yang sering terjadi pada remaja diera digital adalah yang pertama, kecanduan internet, yang kedua, game online, yang ketiga, penyebaran berita Hoax dan sara, perubahan sikap (Attitude), pengaruh psikologi (sosial media).(Handriyanto, 2022)

Kelebihan penggunaan komputer selama proses pembelajaran yaitu : Dapat menarik perhatian dan fokus peserta didik; Motivasi peserta didik; Peserta didik dapat belajar secara mandiri sesuai dengan kemampuan yang dimiliki; Bagi pendidik, dapat mempersingkat waktu penyampaian materi; Peserta didik merasa senang dan puas selama belajar; Pendidik dapat membuat materi yang disampaikan lebih menarik; dan dapat mendorong pendidik meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengenai teknologi. Istilah lainnya tentang literasi teknologi yaitu memahami: Hasil karya manusia; Hubungan teknologi dengan ilmu pengetahuan dan lingkungan; Kemampuan menggunakan teknologi dalam pembelajaran, pengajaran, dan inkuiri; dan kemampuan melakukan evaluasi dan mengambil keputusan.(Erni Fatmawati1, 2018)

Teknologi menjadi salah satu media penunjang kegiatan pembelajaran di era RI 4.0. Perkembangan teknologi dan infrastruktur lain, meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan melalui pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran digital (digital learning). Indonesia sudah memasuki era RI 4.0 yang ditandai dengan serba digitalisasi dan otomasi. Pembelajaran digital di era RI 4.0 mengharuskan pendidik untuk mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Pendidik perlu melakukan perubahan terhadap cara mengajar yang bersifat tradisional menjadi pembelajaran yang dapat memotivasi peserta didik agar lebih menyukai dan tertarik pada materi yang disampaikan. Pendidik harus dapat menyesuaikan diri pada pembelajaran tersebut dalam menggunakan informasi di dunia digital.(Erni Fatmawati1, 2018)

Dengan adanya teknologi tentunya membuat pendidikan ini menjadi sangat mudah. Semua orang akan lebih mudah dalam belajar apapun tanpa adanya halangan karna jauh. Sekolah dan perguruan tinggipun mudah untuk mencari informasi yang bisa dilakukan di rumah dan dapat menjangkau di beberapa daerah, siswa yang mengikuti pembelajaran daring dengan mudah. Teknologi untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan, perangkat dalam pendidikan yang interaktif merupakan jalan untuk meninngkatkan pendidikan dengan menginteraksikan teknologi ke dalam kelas. Teknologi dikatakan sebagai pusat sumber daya yang bagus sebagai penunnjang dalam proses pengajaran dan bembelajaran. Hal ini tertulis dalam Permendiknas No 41 Tahun 2007 tentang Kompetensi Lulusan Standar Isi, maka prinsip pembelajaran yang digunakan pada point ke-13 yang berbunyi “Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajara”(Maritsa et al., 2021)

PEMBAHASAN

Literasi digital atau teknologi merupakan penguasaan keterampilan sederhana dan praktis yang berlandaskan dari transformasi kemampuan berpikir manusia. Keterampilan tersebut dibutuhkan karena ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus menerus berkembang dari waktu ke waktu. Bahkan, perkembangannya terjadi dengan sangat pesat. Tidak hanya itu, inovasi teknologi juga sangat mengubah cara atau metode pembelajaran di dunia pendidikan. Maka dari itu, diperlukan keterampilan yang berorientasi baik bagi para pendidik maupun para peserta didik. Sehingga literasi digital atau teknologi sering dianggap sebagai kecakapan dalam menggunakan internet dan media digital yang merupakan produk perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.

Literasi teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan di masa sekarang ini. Peran literasi digital dalam dunia pendidikan memberikan peserta didik dapat mengakses ke berbagai sumber informasi dan pembelajaran dari seluruh dunia (internasional). Para peserta didik dapat mempelajari tentang budaya budaya dari dalam negri maupun luar negri, dan mencari tau tentang perkembangan terbaru yang mencakup informasi atau mengakses segala macam bentuk informasi internasional dengan lebih mudah dan valid. Literasi teknologi di dunia pendidikan itu sangat penting bagi para peserta didik, karena literasi teknologi dapat meningkatkan kemampuan peserta didik menjadi lebih kritis dalam berfikir, membuat peserta didik lebih mudah dalam mendapatkan atau memperoleh informasi atau mengakses berbagai hal atau sumber yang ingin kita mereka ketahui. Literasi teknologi juga dapat membantu para pendidik dan peserta didik untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.

Besarnya peran literasi teknologi di dunia pendidikan seperti di masa sekarang ini dapat mempengaruhi sikap dari para peserta didik dari berbagai aspek, salah satu aspek yang paling signifikan bagi pesertab didik yaitu berkaitan tentang moralitas. Dimana peserta didik yang belum sepenuhnya mampu untuk membedakan serta memahami tentang apa-apa saja yang menjadi kebutuhan untuk belajar saat menggunakan akses internet atau untuk mencari sumber belajar yang mereka butuhkan. Sehingga jika peserta didik tidak memiliki filter yang baik, hal ini dapat menjadikan atau mendatangkan resiko dalam perkembangan literasi digital bagi para peserta didik.

Diantara resiko yang dapat terjadi pada peserta didik adalah seperti kecanduan internet, terjadinya bullying di lingkungan sekolah atau tempat belajar, serta permasalahan permasalahan moralitas lainnya yang terjadi. Selain dampak yang telah disebutkan diatas, literasi teknologi juga dapat memberikan beberapa dampak negatif terhadap para peserta didik dalam penggunaan teknologi yang terlalu berlebihan bagi para peserta didik, yaitu seperti dapat mengganggu kesehatan peserta didik, meningkatkan kejahatan yang terjadi di dunia pendidikan, meningktkan kemalasan bagi peserta didik, serta dapat mempersulit para pendidik untuk membedakan hasil dari tugas atau karya peserta didik yang original atau bukan original.

Banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan bagi peserta didik yang di akibatkan dari penyalahgunaan teknologi membuat orang dewasa khawatir terhadap penggunaan teknologi di dunia pendidikan. Hal ini juga menjadi tugas bagi para orang tua atau orang dewasa dan juga bagi para pendidik untuk lebih mengontrol dan membimbing para peserta didik atau anak anak pada saat di linkungan sekolah atau pada saat di rumah dalam penggunaan internet atau teknologi baik di dalam dunia pembelajaran maupun di luar dunia pembelajaran.  Hal ini dikarenakan tiga lingkungan utama dalam pembentukan literasi teknologi atau digital, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Sehingga orang tua, para pendidik di sekolah maupun di berbagai tempat menempuh ilmu lainnya seperti les atau bimble, dan juga para orang dewasa disekita memiliki bagian dalam membimbing serta memantau para peserta didik dalam penggunaan teknologi dikehidupan sekolah maupun di kehidupan sehari harinya.

Akan tetapi, literasi teknologi dalam dunia pendidikan juga memberikan beberapa dampak positif terhadap peserta didik, diantaranya dapat dengan mudah meningkatkan keterampilan verbal pada diri peserta didik, hal ini di karena para peserta didik memperoleh dukungan dari berbagai informasi yang dibaca dan atau di akses oleh pesereta didik untuk bahan pembelajaran tambahan atau saat peserta didik mencari referensi untuk tugas yang diberikan dari sekolah atau para pendidik, hal ini menjadikan peserta didik dapat lebih berfikir kritis dan berkreatif, hal ini juga dapat menambah keterampilan peserta didik dalam membaca, dapat membuat peserta didik pandai dalam merangkai kalimat dan menulis informasi yang baik, dan  juga dapat membuat peserta didik menjadi lebih bijak dalam memanfaatkan sosial media atau akses internet lainnya, serta memudahkan dan memperluas wawasan keilmuan bagi peserta didik.

KESIMPULAN

Literasi digital atau disebut juga dengan literasi teknologi merupakan hubungan komunikasi yang melibatkan teknologi. Literasi teknologi ini sangat berperan bagi dunia pendidikan. Literasi teknologi ini  dapat membantu serta memudahkan para peserta didik dalam mencari tau, menambah wawasan, serta mempermudan peserta didik dalam mencari tugas maupun untuk menambah wawasan semata, dan masih banyak lagi manfaat atau keuntungan yang di peroleh bagi para peserta didik dari literasi teknologi di dunia pendidikan.

Literasi teknologi ini juga mempermudah dan membantu para pendidik untuk mencari bahan ajar maupun mencetak moralitas atau sikap para peserta didik agae terbentuk menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan lebih mandiri. Namun, penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan membutuhkan bantuan pengawasan dari orang tua, para pendidik atau guru, dan orang orang dewasa lainnya yang berada di sekitar para peserta didik dalam memantau peserta didik dalam menggunakan teknologi agar para peserta didik tidak mengalami penyalahgunaan teknologi ke hal hal yang negatif. Sehingga para peserta didik dalam memanfaatkan dan menggunakan teknologi dengan lebih baik dan dapat memberi manfaat bagi para peserta didik untuk menjadi pribadi yang lebih berwawasan dan bermoral.

 

SUMBER REFERENSI

Ahmad, J., & Wibawa, F. A. (2021). Peran Literasi Teknologi Dalam Pembelajaran Daring. Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian, 6(2), 237–243.

Astini, N. K. S. (2019). Pentingnya Literasi Teknologi Informasi Dan Komunikasi Bagi Guru Sekolah Dasar Untuk Menyiapkan Generasi Milenial. Prosiding Seminar Nasional Dharma Acarya, 2018, 113–120.

Erni Fatmawati1, E. S. (2018). Kemampuan Literasi Informasi Dan Teknologi Mahasiswa Calon Guru Menghadapi Pembelajaran Di Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Pendidikan, 214–224. Https://Doi.Org/10.31571/Edukasi.V18i2.1863

Handriyanto. (2022). Pengaruh Literasi Digital Terhadap Moralitas Peserta Didik Di Sma Negeri 1 Bandar Sribhawono.

Latip, A. (2020). Peran Literasi Teknologi Informasi Dan Komunikasi Pada Pembelajaran Jarak Jauh Di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Edukasi Dan Teknologi Pembelajaran, 1(2), 107–115.

Maritsa, A., Salsabila, U. H., Wafiq, M., Anindya, P. R., & Ma’shum, M. A. (2021). Pengaruh Teknologi Dalam Dunia Pendidikan. Jurnal Penelitian Dan Kajian Sosial Keagamaan, 18(2), 91–100. Https://Doi.Org/10.46781/Al-Mutharahah.V18i2.303

Nuraini, R. (2022). Peran Literasi Teknologi Dalam Dunia Pendidikan. Jurnal Ilmiiah Pendidikan Madrasah Ibtidayah, 6(3), 659–666. Https://Doi.Org/10.35931/Am.V6i3.1045

Nurmalisa, Y., & Adha, M. M. (2016). Peran Lembaga Sosial Terhadap Pembinaan Moral Remaja Di Sekolah Menengah Atas _ Nurmalisa _ Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan.Pdf (Hal. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganega).

Waruwu, W. (2021). Pengaruh Literasi Digital Terhadap Pendidikan Di Indonesia.


Instagram    : _qrrtu_aini

E-mail          : qrratu02aini@gmail.com

 

Komentar

Posting Komentar